Jumat, 24 Mei 2013

BENANG SARI (stamen)


Benang sari (Stamen)
Merupakan metamorposis dari daun yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai alat kelamin jantan.
Pada benang sari dapat dibedakan tiga bagian berikut :
1.      Tangkai sari (filamentum) yang berbentuk benang,
2.      Kepala sari (anthera) yang terdapat di ujung tangkai sari,
3.      Penghubung ruang sari (connectivum) yang merupakan lanjutan tangkai sari yang menghubungkan kedua bagian kepala sari yang terdapat di kanan kiri penghubung ini.

Berdasarkan letak duduknya, benang sari digolongkan lagi, yaitu :
1.      Benang sari jelas duduk pada dasar bunga (tumbuhan Thalamiflorae), misalnya pada jeruk (Citrus sp.)
2.      Benang sari tampak seperti duduk di atas kelopak (tumbuhan Calyciflorae), misalnya pada mawar (Rosa hybrid Hort.)
3.      Benang sari tampak duduk di atas tajuk bunga (tumbuhan Corolliflorae), misalnya pada buntut tikus (Heliotropium indicum L.)


Jumlah benang sari dapat digolongkan menjadi 3, yaitu :
  1. Benang sari banyak, yaitu jika dlam suatu bunga terdapat lebih dari 20 benang sari sperti halnya yang terdapat pada jambu-jambuan (Myrtaceae). Contohnya pada tanaman jambu biji (Psidium guajava L.  
  1. Jumlah benang sari 2 x lipat jumlah daun tajuknya. Dalam hal ini benang sari biasanya tersusun dalam dua lingkaran, mengenai duduk daunnya pada tajuk terdapat dua kemungkinan yaitu :
  1. Diplostemon (diplostemonus), yaitu benang-benang sari dalam lingkaran luar duduk berselig dengan daun-daun tajuk, misalnya pada kembang merak (Caesalpinia pulcherima L.Swartz).
  1. Obdiplostemon (obdiplostemonus), jika keadaan benang-benang sari pada lingkaran dalamlah yang dudukya berseling dengan daun-daun tajuknya, misalnya pada tumbuhan geranium (Pelargonium odoratissimum Hort.).
  1. Benang sari sama banyak dengan daun tajuk atau kurang, dalam hal ini duduk daun benang sari pada tangkai dibedakan menjadi :
  1. Episepal (episepalus), artinya berhadapan dengan daun-daun kelopak, dan berseling dengan daun-daun tajuk.
  2. Epipetal (epipetalus), artinya berhadapan dengan daun-daun tajuk, jadi berseling dengan daun-daun kelopak.
Benang sari yang terdapat pada suatu bunga, ukurannya dapat sangat bervariasi ada yang panjang dan ada pula yang pendek, bertalian dengan panjangnya benang sari yang terdapat pada suatu bunga, dapat dibedakan menjadi :
a.       Benang sari panjang dua (didynamus), jika dalam satu bunga terdapat misalnya 4 benang sari, dai diantara 4 benang sari tersebut, dua diantaranya panjang dan dua benang sari yang lain pendek, misalnya benang sari pada bunga kemangi (Ocimum basilicum L.).
b.      Benang sari panjang empat (tertradynamus), jika dalam satu bunga terdapat 6 benang sari, 4 diantara benang sari tersebut panjang dan dua benag sari sisanya pendek, misalnya benang sari pada bunga lobak (Raphanus sativus L.)
Umumnya benang sari terpisah dengan bagian putik, namun ada kalanya benang sari berlekatan dengan putik membentuk suatu badan yang dinamakan : ginostemium (gynostemium).

Tangkai sari (Filamentum)
Meilhat jumlah berkas yang merupakan perlekatan benang sari, benang sari dapat dibedakan menjadi :
a.       Benang sari berberkas satu atau benang sari bertukal satu (monadelpus), yaitu jika semua tangkai sari pada suatu bunga berlekatan menjadi satu, berkas yang tengahnya berongga dan hanya bagian ujung tangkai sari yang masih bebas satu-sama lain, dapat dilihat pada bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis).
b.      Benang sari berberkas dua atau benang sari bertukal dua (diadelphus), jika benang sari terbagi menjadi dua kelompok dengan tangkai yang berlekatan dalam masing-masing kelompok. Jumlah tangkasi sari pada masing-masing kelompok tidak selalu sama, benang sarinya tersusun dalam dua berkas (satu berkas 9 benang sari dan satu berkasnya lagi 1 benang sari/tangkai sari), dapat dilihat pada kembang telang (Clitorea ternatea L.).
c.       Benang sari berberkas banyak atau benang sari bertukal banyak, jika dalam satu bunga terdapat banyak benang sari, tangkai sari tersusun menjadi beberapa kelompok berkas, misalnya pada bunga kapok (Ceiba pentandra Gaernt.).
 Kepala sari (Anthera)
Adalah bagian dari benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari, badan ini bentuknya bermacam-macam : bulat, jorong bulat telur, bangun kerinjal dll. Di dalamnya terdapat dua ruang sari (theca), tetapi ada juga yang satu atau lebih dari 2 ruang. Satu ruang sari biasanya terdiri atas 2 Kantong sari(loculumentum), akan tetapi sekat pembatasnya dapat hilang sehingga hanya terdiri dari satu ruang saja.
Ruang sari merupakan tempat terbentuknya serbuk sari atau tepung sari (pollen). Setelag terjadinya persarian (jatugnya serbuk sari ke kepala putik), maka serbuk sari itu akan tumbuh menuju bakal biji, sehingga inti sperma pada serbuk sari dapat melebur dengan sel telur yang terdapat di dalam kandung lembaga, peleburan tersebut dinamakan Pembuahan.
Serbuk sari merupakan badan yang sangat lembut, jika satu gumpalan terdiri atas 4 serbuk dinamakan pollen tetrade, jika pada satu gumpalan terdapat sejumlah besar serbuk sari disebut Pollinium, misanya pada anggrek.
Duduknya kepala sari pada tangkai sari dapat dibedakan menjadi :
  1. Tegak (innatus atau basifixus), jika kepala sari dengan tangkainya memperlihatkan batas yang jelas,  dan kepala sari bersambungan pada pangkalnya dengan tangkai sari dan sambungan ini tidak memberikan kemungkinan gerak bagi kepala sarinya.
  2. Menempel (adnatus), jika tangkai sari pada ujungnya beralih menjadi penghubung ruang sari, atau kepala sari sepanjang penghubung ruang sarinya menempel pada ujung tangkai sari.
  3. Bergoyang (versatilis), jika kepala sari melekat pada suatu titik pada ujung tangkai sari, sehingga kepala sari dapat digerak-gerakkan atau bergoyang, misalnya benang sari suku rumput-rumputan (Graminae).

(Kepala sari)
Agar serbuk sari dapat keluar dari ruang sari, kepala sari harus terbuka. Cara terbukanya kepala sari dapat dibedakan menjadi :
a.       Dengan celah membujur (longitudinallter dehiscens), terbagi menjadi :
  1. Menghadap ke dalam (intorsum), misalnya pada bunga matahari.
  2. Menghadap ke samping (lateralier), misalnya pada Begonia.
  3. Menghadap keluar (extrorsum), misalnya pada bunga semprit (Belamcanda chinensis Leman).
b.      Dengan celah yang  melintang (transversaliter dehiscens), misalnya pada beberapa tumbuhan suku Euphorbiaceae.
c.       Dengan sebuah liang pada ujung atau pangkal kepala sari (poris dehiscens), misalnya pada kentang (Solanum tuberosum L.).
d.      Dengan kelap atau katup-katup (valvis dehiscens), misalnya pada keningar (Cinnamomun zeylanicum Breyn).
(Bermacam-macam cara pembukaan benang sari)
Penghubung ruang sari (connectivum) biasanya berukuran kecil, sehingga tidak terlalu terlihat, pada penghubung ruang sari ini juga sering terdapat alat-alat tambahan. Benang sari yang tidak sempurna perkembangannya dinamakan staminodium,  karena tidak menghasilkan serbuk sari, dapat juga disebut sebagai benang sari yang mandul.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar